MASYARAKAT PASCA INDUSTRI
MASYARAKAT PASCA INDUSTRI
Masyarakat pasca industri merupakan bentuk masyarakat baru
yang berkembang sebagai konsekuensi dari proses dinamika perekonomian.
Masyarakat pasca industri merupakan masyarakat yang berkembang setelah
masyarakat industri.
Kalau masyarakat industri adalah masyarakat yang
mengembangkan kegiatan produksi manufaktur dalam sistem pabrik, maka masyarakat
pasca industri merupakan masyarakat yang lebih berorientasi pada kegiatan di
sektor jasa. Dalam masyarakat pasca industri, kegiatan produksi sudah relatif
stabil ; proses produksi kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari sudha
berkembang secara teratur.
Kestabilan sistem produksi inilah yang megakibatkan
kegiatan ekonomi mengalami perkembangan dan diferensiasi lebih lanjut.
Masyarakat pasca industri kemudian mengembnagkan kegiatan di sektor jasa, yaitu
sektor yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lebih tinggi
tingkat perekonomiannya.
Dalam masyarakat pasca industri, terdapat perkembangan
pesat di sektor jasa seperti ;
-layanan jasa pendidikan
-jasa perbankan
-jasa kesehatan atau medis
-jasa transportasi
-jasa pengiriman barang, dan lain sebagainya
Dalam masyarakat pasca industri, bermunculan berbagai jenis
profesi baru yang beraktivitas di sektor pelayanan jasa tersebut seperti
profesi dokter, guru, bankir, proggramer, dan lain sebagainya.
Salah satu fenomena penting lainnya dalam masyarakat pasca
industri adalah terjadinya pergeseran aktivitas atau kegiatan utama masyarakat
dari sektor produksi ke konsumsi. Kegiatan konsumsi merupakan kegiatan yang
paling menonjol dalam masyarakat pasca industri.
Kajian mengenai kegiatan konsumsi dalam masyarakat indutri
banyak dianalisa oleh para teoritikus teori postmodernisme. Teori sosial
postmodernisme antara lain memiliki sejumlah karateristik sebagai berikut :
❶ Teori
sosial Postmodern merupakan kritik atas masyarakat modern dan kegagalannya
memenuhi janji-janjinya
❷
Teoritisi Postmodern cenderung menolak apa yang biasanya dikenal dengan
pandangan dunia (world view), metanarasi, dan totalitas.
❸
Teoritisi postmodern cenderung menggembar-gemborkan fenomena besar pramodern,
seperti emosi, perasaan, intuisi, refleksi, spekulasi, pengalaman personal,
kebiasaan, kekerasan, metafisika, tradisi, kosmologi, magis, mitos, sentimen
keagamaan, dan pengalaman mistik
❹
Teoritisi post modern menolak kecenderungan modern yang meletakkan batas antara
hal-hal tertentu seperti disiplin akademis, budaya, dan kehidupan, fiksi dan
teori, image dan realitas.
❺
Teoritisi postmodernisme cenderung menolak gaya diskursus akademik modern yang
teliti dan bernalar
❻
Teoritisi postmodern tidak memfokuskan kajian pada inti (core) masyarakat
modern, melainkan pada bagian tepi (periphery)
Salah satu tokoh penganut teori postmodernisme adalah
seorang ilmuan Prancis, Jean Baudrillard.Baudrillar menulis beberapa buku yang
mengupas tuntas mengenai kegiatan konsumsi, salah satunya yang paling terkenal
adalah bukunya yang berjudul Masyarakat Konsumsi.
Konsep Baudrillard mengenai
konsumsi merupakan bagian dari teori sosial Post-modern. Teori sosial Post-modern
menganalisa realitas sosial dan gejala sosial yang berlangsung dalam masyarakat
pasca industri atau masyarakat kapitalisme tingkat lanjut. Masyarakat Pasca
industri diantaranya memiliki sejumlah
ciri berikut :
♦ tidak terbedakannya antara
kenyataan/realitas dan halusinasi/imajinasi (hiperrealitas)
♦
meningkatnya interaksi sosial di dunia cyberspace
: kemudahan berinteraksi dan melakukan aktivitas memalui gawai dan sosial media
mengakibatkan pola interaksi masyarakat pasca industri banyak dilakukan secara
sekunder. Terkait dengan konsumsi, kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi
informasi mengakibatkan peningkatan aktifitas konsumsi.
Munculnya berbagai situs belanja online mendorong orang melakukan
transaksi pembelian barang dan jasa. Kegiatan konsumsi tersebut seringkali
tidak didasarkan atas kebutuhan, akan tetapi lebih dikarenakan kebutuhan
pemenuhan hasrat mengkoleksi barang dan penegasan simbol status sosial.
♦
budaya konsumen (kartu kredit,Mall, Cyber
mall) ; merebaknya penggunaan kartu kredit misalnya, telah meningkatkan
aktivitas konsumsi. Melalui kartu kredit, orang dengan mudah melakukan
transaksi pembelian produk barang dan jasa sehingga hal tersebut dapat
diartikan sebagai bentuk eksploitasi terhadap konsumen.
♦ komodifikasi agama,seksual dan
akomodasi
♦
kegiatan ekonomi tidak semata-mata rasional
instrumental tetapi bagian dari gaya hidup
♦
konsumsi
bukan merupakan kenikmatan/kesenangan yang dilakukan masyarakat secara bebas
dan rasional, melainkan sebagai sesuatu yang terlembagakan dan dipaksakankepada
masyarakat
♦
Konsumsi
bukan atas dasar kebutuhan dan pertimbangan yang rasional, tetapi karena
dorongan gengsi/hasrat/afeksi serta bukan atas dasar utilitas/manfaat, tetapi
atas dasar pemaknaan masyarakat itu sendiri
♦
konsumsi
berfungsi mengaitkan seseorang dengan kelas sosialnya
♦
budaya
konsumen ; apa yang dikonsumsi bukan objek, melainkan tanda (konsumsi sebagai
gaya hidup)
♦ munculnya kebutuhan-kebutuhan
palsu karena bercampurnya realitas dan simulasi kenyataan yang dibentuk oleh
iklan
♦ homogenisasi budaya konsumen
melalui standarisasi produk (homogenisasi budaya)
♦ munculnya budaya popular sebagai
dampak dari produksi massal
♦ pembagian kelas sosial atas dasar
konsumsi dan penggunaan waktu luang
♦ paradoks (kelaparan ditengah
berlimpahnya materi,menyerukan perdamaian tetapi melakukan peperangan)
(Marcuse)
♦ produk kulturalnya ditandai oleh
kedangkalan (simulacrum)
♦ hilangnya kesejarahan ; sejarawan
tidak lagi dapat mengetahui masa lalu/muncul kontradiktif masa lalu
♦ hilangnya batas antara masa lalu
dengan masa kini/masa depan
♦ kaburnya batas antara realitas
dan khayalan (skizofrenia)
♦ ditandai simulasi (reproduksi
atas peristiwa), sulit membedakan antara yang asli dan tiruan
♦ media berhenti mencerminkan
realitas karena sudah menjadi realitas itu sendiri
♦ terjadi revolusi kultural ; massa
menjadi semakin pasif yang menyerap semua ‘makna, informasi, pesan )
♦ tidak ada harapan terjadinya
revolusi dan reformasi (Baudrillard)
REFERENSI :
George ritzer, Teori Sosiologi
Modern, Jakarta : Kencana
Jean Baudrillard, Masyarakat
Konsumsi, Yogyakarta : Kreasi Wacana, 2015
M.Jacky, Sosiologi, Konsep, Teori
dan Metode, Surabaya : Mitra Wacana Media, 2015
Nanang Martono, Sosiologi Perubahan
Sosial, Perspektif Klasik, Modern, Posmodern dan Poskolonial, Jakarta :
RajaGrafindo, 2014
Komentar
Posting Komentar