PEMANFAATAN ILMU ANTROPOLOGI DI RUSIA
PEMANFAATAN
ILMU ANTROPOLOGI DI RUSIA
Etnisitas atau kesukubangsaan termasuk salah satu aspek
penting yang dikaji dalam ilmu antropologi khususnya antropologi budaya. Etnisitas
atau kesukubangsaan merupakan kekuatan besar yang mendorong terjadinya
perubahan sosial. Hal itu menunjukkan etnisitas, walaupun berhadapan dengan
berbagai tantangan seperti modernisasi dan globalisasi tetap menjadi sebuah
kesadaran terdalam bagi sebagian penduduk di dunia. Etnisitas atau
kesukubangsaan telah mengakibatkan terjadinya perubahan tatanan politik.
Sejumlah negara harus mengalami kehancuran dikarenakan
tidak mampu mengelola dinamika kesukubangsaan. Sejumlah negara yang dihadapkan
pada persoalan etnisitas dan kesukubangsaan diantaranya adalah sebagai berikut
;
❶ Yugoslavia
; pada akhirnya mengalami keruntuhan setelah terjadinya konflik etnis yang
berdarah pada tahun 1993-1995
❷
Cekoslowakia ; Berakhir dengan perpecahan kedua etnik, Ceko dan Slowak
❸
Spanyol ; terdapat gerakan separatis Basque yang ingin memisahkan diri
❹
Kanada ; terdapat kelompok etnik-Quebec yang menolak kebangsaan Kanada
❺ Indonesia
; mengalami konflik antaretnik dan gerakan separatisme berbasiskan etnik
❻ China
; kelompok etnik Uigurs memiliki aspirasi kemerdekaan
❼
Suriah, Turki, Iran dan Irak ; menghadapi aspirasi kemerdekaan etnik Kurdi yang
ingin mendirikan negara Kurdistan merdeka
❽
Rwanda ; mengalami konflik berdarah antara etnis Hutu dan etnis Tutsi
Terkait dengan penyikapan terhadap etnonasionalisme, Leslie
mencatat terdapat tiga respon yang bersifat akomodatif, yaitu :
→ Respon dalam bentuk kebijakkan-kebijakkan yang baik, yang
menyangkut pemberian keuntungan baik secara ekonomi maupun kebudayaan kepada
kelompok-kelompok etnonasionalis yang ada.
→ Respon dalam
bentuk penguatan partisipasi yang mempertimbangkan upaya memperkuat kehadiran
kelompok etnik dalam pemerintahan pusat, misalnya melalui pembagian kekuasaan
dan jabatan secara adil berdasarkan etnisitas.
→ Respon berupa
program desentralisasi, yaitu menyangkut pengakuan terhadap otonomi atau
pemerintahan sendiri, yang biasanya didasarkan atas basis wilayah.
Dari tiga pendekatan di atas, respon berupa opsi
desentralisasi merupakan respon yang paling longgar. Kemungkinan yang dapat
diakibatkanya pun sangat beresiko. Pada derajat tertentu desentralisasi memang
memperkuat negara dan pemerintahan serta mengurangi peluang terjadinya
ketegangan diantara kelompok-kelompok etnik. Namun pada derajat yang lebih
tinggi desentralisasi akhirnya dapat mengarah pada bubarnya sebuah negara karena
tuntutan-tuntutan situasi tertentu.
Permasalahan etnisitas juga dialami oleh uni Soviet.
Walaupun sudah berdiri sejak tahun 1922 dan merupakan salah satu negara adidaya
pada masa Perang Dingin, tetap saja Uni Soviet mengalami kesulitan dalam mengelola
aspirasi pelbagai etnis yang bergabung di dalamnya.
Uni Soviet merupakan negara Rusia yang menganut
Marxisme dan Leninisme atau komunisme sejak tahun 1922 sampai 1991. Sekarang
eks Uni Soviet dinamakan Rusia yang merupakan negara konfederasi multietnik.
Sebagai negara yang majemuk dengan beragam suku bangsa dan bahas adi dalamnya,
Uni Soviet juga membutuhkan ilmu antropologi. Antropologi di Uni Soviet
dikembangkan oleh N.K.Mikhailovsky, M.M.Kavalevsky dan C.Plekhanov yang
didasarkan atas Marxisme.
Persoalan etnis dan gerakan etnonasionalis yang dihadapi
oleh Uni Soviet sebenarnya merupakan warisan dari persoalan yang dihadapi oleh
pemerintahan Tsar. Pemerintahan Rusia zaman Tsar juga mengalami kesulitan dalam
mengelola perbedaan etnis dan aspirasi kemerdekaan, terutama dari kelompok
etnis yang berlatar belakang Islam, seperti kelompok Tartar.
Uni Soviet tidak mampu mengelola dinamika hubungan antara
kelompok-kelompok minoritas dengan kelompok mayoritas yaitu bangsa Rusia/Slavia
dan hubungan antara kelompok minoritas dengan kelompok minoritas lainnya.
Menjelang runtuhnya Uni Soviet terjadi peningkatan konflik berlatarbelakang
etnis seperti berikut :
♦ konflik antara etnis
Kazakh dan etnis Rusia
♦ konflik antara orang Armenia dan orang Azerbaijan memperebutkan
wilayah Nagorno Karabakh
♦ konflik antara orang Tatar dan etnis Rusia
♦ munculnya gerakan nasionalisme etnik dari bangsa Estonia,
Lithuania dan Latvia yang menginginkan kemerdekaan
♦ konflik antara bangsa Georgia dan etnik minoritas Abkhaz
♦ konflik antara etnik Uzbek dan minoritas Turki di Uzbekistan
♦ konflik antara orang-orang Kirgiz dan minoritas Uzbek di
Kirgistan
Munculnya gerakan etnonasionalis baik di kekaisaran Rusia
maupun di Uni Soviet antara lain disebabkan oleh upaya Rusifikasi yang
dilakukan di Rusia. Kelompok etnonasionalis menganggap hal tersebut dapat
mengancam keberlangsungan identitas etnik yang mereka miliki.
Kesulitan yang dialami oleh Uni Soviet dalam mengelola
etnisitas di dalam negerinya ditambah dengan adanya keragaman etnis di negara
tersebut. Uni Soviet terdiri dari lebih 100 bangsa dan 22 diantaranya mempunyai
populasi lebih dari satu juta penduduk. Etnisitas dan etnonasionalisme selalu
menjadi faktor yang mengancam stabilitas dalam negeri Uni Soviet dan menghambat
proses pembentukan jati diri Soviet (national building).
Sebagai sebuah negara federal, Uni Soviet terdiri atas 15
Republik Uni atau negara bagian yang merupakan
penjelmaan dari etnonasional-etnonasional yang besar. Berikut ini adalah
komposisi etnonasional yang ada di Uni Soviet dibandingkan dengan populasi
etnonasional Rusia di masing-masing negara bagian :
|
REPUBLIK ETNONASIONAL |
ETNONASIONAL RUSIA (%) |
ETNONASIONAL LOKAL (%) |
ETNONASIONAL LAIN (%) |
|
RUSIA |
82 |
|
3,7 (TATAR) 2,6 (UKRAINA) |
|
UKRAINA |
19 |
74 |
|
|
BELORUSIA |
10 |
81 |
4,3 (POLANDIA) |
|
UZBEKISTAN |
12 |
65 |
4,9 (TATAR) |
|
KAZAKHSTAN |
42 |
32 |
7,2 (UKRAINA) |
|
GEORGIA |
8,5 |
66 |
9,7 (ARMENIA) |
|
AZERBAIJAN |
10 |
73 |
9,4 (ARMENIA) |
|
LITHUANIA |
8,6 |
80 |
7,7 (POLANDIA) |
|
MOLDAVIA |
11 |
64 |
14,2 (UKRAINA) |
|
LATVIA |
29 |
56 |
|
|
KHIRGIZIA |
29 |
43 |
11,3 (UZBEKISTAN) |
|
TAJIKISTAN |
11 |
56 |
23 (UZBEKISTAN) |
|
ARMENIA |
2,7 |
88 |
5,9 (AZERBAIJAN) |
|
TURKMENIA |
14 |
56 |
8,3 (UZBEKISTAN) |
|
ESTONIA |
24 |
68 |
|
Dari gambaran umum tersebut terdapat lima kelompok
etnonasional yang menjadi fondasi Uni Soviet :
❶
Kelompok Etnonasional Slavia Timur : Rusia, Ukraina dan Belorusia
❷
Kelompok Etnonasional Barat : Latvia, Estonia, Lithuania dan Moldavia
❸
Kelompok Etnonasional Kristen Kaukasia : Georgia, Azerbaijan dan Armenia
❹
Kelompok Etnonasional Islam : kelompok Muslim yang terdapat di kawasan Kaukasus
dan bangsa Tartar
❺
Kelompok Etnonasional Nonteritorial : bangsa Jerman, Polandia,dan keturunan
Yahudi
Ilmu antropolgI di
Rusia pada era Soviet ditujukan dalam rangka mengintegrasikan kelompok
suku-suku bangsa yang tersebar di pelbagai negara bagian Uni Soviet.
Pemerintah komunis Uni Soviet semenjak Stalin sampai
Mikhail Gorbachev memiliki kepentingan agar terwujud integrasi masyarakat suku
bangsa yang ada di Uni Soviet,sebab apabila dikelola dnegan baik akan menjadi
ancaman bagi masa depan federasi Uni Soviet.
Jika ditelaah dari konsepsi Marxisme, kebijakan Uni Soviet
terkait dengan keberadaan kelompok suku bangsa yang ada ditujukan agar
identitas etnis lambat laun agar memudar dan hilang.
Sebagai negara yang menganut komunisme, Uni Soviet
menginginkan agar kesadaran kelas suatu saat akan menggantikan kesadaran etnik
yang dinilai bertentangan dengan konsepsi dasar Marxisme dan Leninisme.
REFERENSI :
Clifford Geertz, Politik Kebudayaan, Jakarta :
Kanisius, 1992
John Clammer, Neo Marxisme Antropologi, Yogyakarta :
Sadasiva, 1985
Koentjaraningrat, Sejarah Teori Antropologi 1, Jakarta
: UI-Press, 2014
Koentjaraningrat, Sejarah Teori Antropologi 1, Jakarta
: UI-Press, 2007
Louis Firth, Ciri-ciri dan Alam Hidup Manusia, Suatu
Pengantar Antropologi Budaya, Bandung ; Sumur Bandung, 1961
William A.Haviland, Antropologi 1, Jakarta ; Erlangga,
1985
Firth, Ciri-Ciri Alam Hidup Alam Manusia, Suatu
Pengantar Antropologi Budaya, Bandung ; Sumur Bandung, 1961
John Clammer, Neo Marxisme Antropologi, Yogyakarta ;
Sadasiva, 2003
Jonathan Turner, Fungsionalisme, Yogyakarta ; Pustaka
Koentjaraningrat, Pengantar Antropologi, Jakarta ;
Aksara, 1062
Parsudi Suparlan, Dari Masyarakat Majemuk Menuju
Masyarakat Multikultural, Jakarta ; YPKIK, 2008
Komentar
Posting Komentar