PROFIL MASYARAKAT BETAWI

 

PROFIL MASYARAKAT BETAWI

PENGANTAR

Etnik Betawi adalah sebutan sosio-kultural yang ditujukan kepada kelompok masyarakat yang mendiami kawasan Jakarta dan sekitarnya selama beberapa abad terakhir. Etnik Betawi memiliki sejumlah unsur kebudayaan yang khas seperti Bahasa, kuliner, adat istiadat, kebiasaan dan lain sebagainya.

Pengetahuan mengenai asal-usul Betawi didominasi oleh pandangan bahwa nama Betawi merupakan keturunan budak atau bangsa Asia kelas rendah yang banyak terdapat di Batavia. Secara sosiologis, Betawi lahir dari hasil perkawinan campur dari berbagai keturunan, termasuk Cina, Bali, Jawa, Sunda serta etnik lainnya dan membentuk identitas etnik sendiri.

Dalam perkembangannya, etnik Betawi semakin besar jumlahnya dan menenpati beberapa wilayah yang meliputi Jakarta sekarang dan kawasan sekitarnya. Dewasa ini proses perkawinan campurna atau amalgamasi orang Betawi makin masih. Keturunan Betawi sekarang ini sudah banyak yang menikah dengan orang dari kelompok etnik lainnya seperti Minangkabau, Batak, Lampung, Bugis, dan lain sebagainya.

Masyarakat Betawi memiliki sejumlah karakteristik yang menjadi kekhasan bagi mereka, diantaranya adalah :

      Tidak memiliki tradisi merantau atau bertransmigrasi karena mereka berpendapat Jakarta adalah tanah leluhur mereka

      Mereka sangat toleran terhadap pendatang

      Masyarakat Betawi tidak pernah memiliki kerajaan dan raja. Hal itu mengakibatkan masyarakat Betawi tidak terkungkung dengan feodalisme

      Masyarakat Betawi hanya mau diatur oleh aturan-aturan keagamaan, mengingat masyarakat Betawi termasuk masyarakat yang kental keberagamaannya

      Orang Betawi pada umumnya tidak mengenyam pendidikan yang memadai

Dalam tulisan singkat ini akan digambarkan beberapa unsur kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat etnik Betawi yang mencakup aspek kuliner, permainan tradisional, pepatah dan senjata tradisional dan lagu daerah yang memiliki kandungan kearifan lokal.

MAKANAN KHAS

Masyarakat Betawi memiliki sejumlah makanan atau kuliner tradisional. Makanan tradisional tersebut tetap bertahan ditengah gempuran arus globalisasi yang membuka luas masuknya unsur-unsur kebudayaan asing atau kebudayaan luar.

Beberapa contoh kuliner yang dikenal dalam masyarakat Betawi antara lain sebagai berikut :

      Kerak telor

      Roti buaya

      Nasi uduk

      Sayur asem

      Asinan

      Bir pletok

      Dodol

      Kue kembang goyang

Makanan-makanan atau kuliner tradisional di atas bukan sekedar makanan untuk mengenyangkan perut semata, melainkan menjadi simbol yang memiliki makna budaya tertentu. Adapun makna yang terkandung dalam makanan tradisional masyarakat Betawi antara lain relijius.

 

SENJATA TRADISIONAL

Senjata tradisional orang Betawi antara lain golok. Senjata ini merupakan senjata tajam milik masyarakat Melayu yang dibawa  dan menjadi senjata khas Betawi

PENGOBATAN TRADISIONAL

Orang Betawi mengenal dukun sebagai tenaga pengobatan tradisional yang dianggap sebagai orang pintar dan masih mendapatkan peran penting dalam  spesifikasinya seperti dukun bayi, dukun sembur, dukun urat dan lain sebagainya. Mereka biasanya mendapatkan keahlian biasanya tanpa melalui pendidikan formal. Mereka mendapatkan keahlianya disamping karena bakat lahir juga karena warisan dari pendahulu mereka atau mendapatkan secara tiba-tiba yang disebut karomah.

Pengobatan tradisional Betawi menggunakan ramuan yang terdiri dari beberapa  bahan alam atau herbal seperti kunyit, kencur, jahe, pala, daun belimbing wuluh, daun sirsak, daun sirih dan lain sebagainya.

Ramuan herbal tersebut biasanya digunakan untuk sejumlah penyakit seperti sakit lambung, yaitu dengan campuran gula merah, lada dan air. Mimisan denagn menggunakan gulungan daun sirih yang dimasukkan ke dalam lubang hidung. Asma dengan menggunakan ramuan kencur, bawang merah dan daun belimbing wuluh. Campak diobati dengan ramuan daun jeruk dicampur dengan kunyit

Untuk pengobatan pasca melahirkan, selama masa tersebut dibuat sayur papasan yang berisi sayur katuk, sayur bayam atau sayur kangkong serta ramuan khas Betawi seperti sambetan, jamu daun sembung, jamu air godogan, air daun kumis kucing dan jamu kayu rapat

LAGU DAERAH

Lagu daerah Betawi yang merupakan adaptasi dari pantun dan puisi, menonjolkan nilai estetika yang tinggi. Dengan demikian, tidaklah benar apabila terdapat stigma bahwa orang Betawi tidak berpendidikan dan kurang beretika, terbukti mereka justru mengembangkan lagu-lagu dengan syair yang indah dan bermartabat, namun tetap mudah didengar.

Berbagai lagu dan syair tersebut memiliki makna simbolik yang tercermin dalam syair-syair dan juga ornamen musik yang digunakan. Berikut ini adalah sejumlah contoh lagu Betawi dengan makna simbolik di dalamnya :

-Jail-jali ; terkandung unsur estetika

-Sirih kuning ;memuat nilai etika

-Kompor meleduk ; menggambarkan sikap nyablak  atau apa adanya

-Keroncong ; menunjukkan sikap terbuka

-Kicir-kicir ; menyimbolkan nilai kebersamaan

-Lenggang kangkong ; merupakan satire kehidupan sosial atau kritik sosial

 

PEPATAH

Beberapa pepatah Betawi yang menggambarkan makna nilai sosial budaya dapat dilihat dari contoh berikut ini :

-kepale jadi kaki kaki jadi kepale ; bekerja keras

-ikan gabus jangan dipanggang ; jangan sombong

-aer laut jangan diasinin ; rendah diri

-pengki naek ke bale ; orang kaya baru

-nyari jarum kehilangan kampak ; hati-hati dalam kerja sama

-cabang ngalahin puun ; orang yang licik

-kebo pulang ke kendang ; nasehat agar ingat kampung

-perawan duduk di pintu jau jodo ; aturan berperilaku sopan

-kayak aer di daon tales ; fleksibel

-anak arab pulang ke arab ; harus menepati janji

PERMAINAN TRADISIONAL

Masyarakat Betawi merupakan masyarakat yang memegang teguh tradisi yang selama ini menjadi bagian dari kebudayaan Betawi. Salah satu unsur kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Betawi adalah permainan tradisional. Masyarakat Betawi memiliki sejumlah permainan tradisional diantaranya sebagai berikut :

      Galasin

      Dampu

      Congklak

      Tok kadal

      Petak umpet

      Wak wak gung

      Maen bekel

      Maen karet

      Layangan

      Petasan, bentengan

      Meriam sundut

Permainan-permainan tradisional masyarakat Betawi tersebut memiliki kandungan makna yang mendalam. Permainan-permainan tradisional tersebut bukan semata hiburan belaka, melainkan memiliki nilai tertentu yang menjadi bagian dari kearifan lokal.

PAKAIAN ADAT

Pakaian adat Betawi banyak dipengaruhi oleh berbagai negara lain. Hal ini dikarenakan Betawi adalah percampuran budaya dari berbagai negara. Ada beberapa macam pakaian Betawi, di antaranya adalah pakaian adat laki-laki adalah baju koko atau disebut sadariah. Baju koko Betawi berwarna polos, memakai celana batik berwarna putih atau hitam, memakai selendang yang dipakai di Pundak dan peci hitam sebagai identitas kebetawian.

Sedangkan untuk perempuan pakaiannya berupa baju kurung lengan pendek, kain sarung batik dan kerudung. Selain itu ada juga pakaian adat untuk mengantin laki-laki masyarakat Betawi yang disebut dandanan care haji. Pakaian ini dipengaruhi oleh kebudayaan Arab, Melayu dan Cina. Sedangkan untuk pengantin perempuan pakaiannya disebut care none pengantin cine yang mirip dengan pakaian pengantin perempuan di Cina.

 

 

 

 

 

REFERENSI :

Koentjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Jakarta : Djambatan, 1988

Suswandari, Kearifan Lokal Etnik Betawi, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2017

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini