Postingan

MARJINALISASI BUDAYA DAN ADAPTASI SOSIAL KALANGAN ETNIK BETAWI

MARJINALISASI BUDAYA DAN ADAPTASI SOSIAL KALANGAN ETNIK BETAWI SEJARAH MASYARAKAT BETAWI Terdapat banyak analisa terkait dengan keberadaan orang-orang Betawi di Batavia dan sekitarnya. Lance Castels misalnya, berpendapat bahwa orang-orang Betawi pada mulanya berasal dari kalangan budak yang didatangkan ke Batavia sejak zaman kekuasaan VOC, terutama yang berasal dari Bali. Castles berargumentasi dengan data bahwa sampai dengan abad 18, jumlah budak yang ada di kota Batavia lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk bebas. Hal ini dibuktikan dengan adanya dialek berakhiran in , akhiran yang sering diucapkan orang-orang Bali yang kini menjadi Bahasa gaul di Betawi. Selain budaya Cina, orang Betawi banyak menikah dengan etnis Arab, karena dipandang lebih terhormat karena faktor agama. Sedangkan teori lain berpendapat bahwa etnis Betawi terbentuk dari hasil percampuran berbagai macam etnis yang menghuni kota Batavia pada abad ke-17 dan 18. Pandangan Castles bahwa perb...

PROSES ASIMILASI GOLONGAN KETURUNAN ARAB DI INDONESIA

PROSES ASIMILASI GOLONGAN KETURUNAN ARAB DI INDONESIA PENGANTAR Pada akhir abad ke-19 tercatat jumlah penduduk Arab di Batavia meningkat mencapai angka ribuan, yaitu 1.448 orang pada 1885 dan 2.245 orang di tahun 1900. Mereka umumnya datang dari wilayah Hadramaut, Yaman Selatan, baik untuk tujuan perdagangan maupun untuk kegiatan keagamaan dan penyebaran Islam. Pada sensus tahun 1930 tercatat ada sekitar 5.231 orang Arab di seluruh Batavia. Ini artinya sekitar 7 % dari seluruh warga Arab yang berdiam di koloni Hindia Belanda. Sebagaimana warga non Eropa lainnya, orang Arab lebih banyak bergelut di bidang usaha perdagangan, seperti pedagang atau pemberi hutang. Komoditi yang mereka perdagangkan umumnya adalah tekstil, batu permata,wangi-wangi dan pelalatan rumah tangga. Orang Arab juga menguasai sejumlah tanah partikelir di sekitar Ommelanden dengan luas keseluruhannya 50 kilometer persegi. Kalangan keturunan Arab sudah lama berasimilasi dengan penduduk pribumi, bahka...

DILEMA MASYARAKAT MELAYU DAN PROSES INTEGRASI NASIONAL

DILEMA MASYARAKAT MELAYU DAN PROSES INTEGRASI NASIONAL IDENTITAS KEMELAYUAN Salah satu fenomena sosial yang penting pada masa Reformasi adalah menguatnya identitas dan sentimen primordial yang berbasiskan agama dan etnik. Hal itu disebabkan karena selama puluhan tahun masa pemerintahan otoriter Orde Baru, identitas etnik dan agama mengalami tekanan. Pemerintah saat itu berupaya membatasi ekspresi etnik hanya pada ruang-ruang budaya yang terbatas. Dalam konstruksi hubungan antaretnis, pemerintah Orde Baru menegasikan konflik, padahal tidak dipungkiri, hubungan antaretnik di Indonesia ditandai oleh adanya rivalitas, ketegangan dan konflik yang terselubung. Begitu pemerintahan Orde Baru terjungkal—seperti katup yang lepas—identitas etnik menyeruak ke ruang publik. Identitas etnik berupaya menemukan pijakannya dan masuk ke ruang-ruang publik. Pada masa Reformasi sejumlah tuntutan yang berbasiskan identitas etnik mengemuka, misalnya tuntutan agar putera daerahlah yang harus ...