PERSPEKTIF
PERILAKU PENYIMPANGAN TERHADAP MASALAH SOSIAL
Perilaku menyimpang dianggap sebagai
salah satu bentuk masalah sosial. Hal itu disebabkan karena perilaku menyimpang
dapat membahayakan kehidupan bersama dan membahayakan tegaknya sistem sosial.
Para sosiolog menggunakan
istilah penyimpangan (deviance) untuk merujuk pada tiap pelanggaran norma ,
mulai dari pelanggaran kecil seperti melanggar rambu-rambu lalu lintas atau
pengendara kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm sampai pelanggaran
serius seperti pembunuhan . Bahkan lelucon tertentu atau perilaku tertentu yang
tidak sesuai dengan kebiasaan kelompok masyarakat juga dapat dianggap sebagai
penyimpangan sosial.
Howard Becker mencoba
memperjelas dimensi penyimpangan sosial melalui pernyataannya, “ Bukan tindakan
itu sendiri, melainkan suatu reaksi terhadap tindakan tertentu yang menjadikan
suatu tindakan dapat dinilai sebagai suatu penyimpangan.
Berbeda dengan khalayak
umum, para sosiolog menggunakan istilah penyimpangan, tanpa bermaksud untuk
menghakimi, untuk merujuk tiap tindakan
di mana orang memberikan tanggapan negatif. Jika para sosiolog menggunakan
istilah ini tidak berarti bahwa mereka sepakat bahwa suatu tindakan dinilai
buruk, melainkan hanya bahwa orang menilainya secara negatif. Dengan demikian,
bagi bara sosiolog, kita semua melakukan penyimpangan, karena dari waktu ke
waktu kita semua melangar norma.
Terdapat dua tipe penyimpangan
sosial ;
1.penyimpangan sosial murni,
yaitu perulaku yang tidak menaati aturan dan juga dianggap demikian oleh pihak
lain
2.penyimpangan terselubung, yaitu
perilaku tercela, akan tetapi tidak ada bereaksi atau melihatnya, sehingga oleh
masyarakat dianggap seolah-olah tidak ada permasalahan
Selain itu penyimpangan sosial
juga dibedakan menjadi dua ;
1.perilaku menyimpang yang tidak
disengaja
Hal ini disebabkan karena si
pelaku penyimpangan kurang mengetahui atau kurang memahami aturan-aturan yang
ada. Atau dapat juga disebabkan karena dalam kelompok yang berbeda mempunyai
aturan yang berbeda pula. Dalam keadaan ini penyimpangan terjadi karena seseorang
berperilaku pada kelompok tertentu dengan berpedoman pada aturan kelompok lain.
Kondisi ini terjadi karena individu atau seseorang menjadi anggota lebih dari
satu kelompok
2.perilaku menyimpang yang
disengaja
Hal ini terjadi bukan karena si
pelaku tidak mengetahui aturan. Pelaku penyimpangan melakukan pelanggaran
aturan disebabkan karena adanya tuntutan-tuntutan tertentu yang harus
dipenuhinya
Salah satu tokoh yang
memberikan kontribusi dalam menganalisa penyimpangan sosial adalah Edwin
Shuterland. Teori Differential Association atau asosiasi yang berbeda yang dikemukakan oleh Edwin Shuterland membantah
teori biologis yang menganggap penyimpangan merupakan sesuatu yang diperoleh
melalui genetika atau proses pewarisan biologis.
Teori Edwin Shuterland
mengenai penyimpangan sosial mungkin dapat dikatakan sebagai teori yang paling
berpengaruh tentang penyimpangan sosial khususnya mengenai kriminalitas. Teori
Asosiasi yang berbeda atau Differential Association Shuterland secara sederhana
berasumsi bahwa individu menjadi condong kepada kriminalitas karena akses
kontak yang mendukung perilaku kriminal. Karena kontak-kontak inilah seseorang
akan cenderung mempelajari dan menerima nilai-nilai dan sikap yang terlihat
lebih mendukung kriminalitas.
Teori Shuterland
memfokuskan diri pada aspek interaksi dengan pelaku penyimpangan sebagai faktor
utama yang memunculkan penyimpangan atau kejahatan. Seseorang menjadi
penyimpang karena akses pendefinisian bahwa melanggar hukum lebih menguntungkan
ketimbang tidak melanggar hukum. Inilah prinsip teori Asosiasi yang berbeda.
Shuterland menjelaskan teori Differential Association atau
asosiasi yang berbeda melalui sejumlah premis antara lain sebagai berikut ;
1. penyimpangan adalah hasil belajar individu ; artinya penyimpangan atau kejahatan merupakan perilaku
yang dipelajari oleh individu dengan cara yang sama dan memiliki pola dengan
unsur-unsur budaya yang lainnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
penyimpangan atau kejahatan bukan merupakan sesuatu yang diwariskan.
2.penyimpangan dipelajari oleh individu dalam interaksinya
dengan orang lain secara intens dalam
proses komunikasi
3.individu belajar penyimpangan dalam kelompok-kelompok
primer yang erat dan intim seperti
peer group atau kelompok teman
sebaya. Poin ini menjelaskan betapa orang menjadi menyimpang karena bergaul dengan
teman-teman dekat yang menyimpang atau memberikan inspirasi untuk melakukan
penyimpangan.
4.hal yang dipelajari oleh individu meliputi ;
-
teknik penyimpangan,
-motivasi
-rasionalisasi
(pembenaran)
-sikap
5. Motivasi dan dorongan
yang khas dipelajari ketika individu-individu tadi dihadapkan pada aturan hukum
yang harus dipatuhi maupun yang lebih menjurus ke pelanggaran hukum.
6. Ketika aturan yang
lebih menjurus ke pelangaran hukum lebih dekat dibandingkan dengan aturan hukum
yang harus dipatuhi, seseorang akan melakukan kejahatan.
7. Hal ini juga tergantung
pada frekuensi, durasi, prioritas, dan intensitas dengan aturan perilaku yang
bersangkutan
8.Mempelajari perilaku
tersebut dilakukan melalui mekanisme tertentu
9. Walaupun tingkah laku
jahat merupakan ekspresi dari kebutuhan umum, perilaku jahat tidak dapat
dibedakan berdasarkan kebutuhan umum. Misalnya orang mencuri agar bisa membeli
kebutuhan sehari-hari, pengusaha melakukan bisnis agar bisa memenuhi kebutuhan
hidupnya sehari-hari. Pencuri dan pengusaha tersebut memenuhi kebutuhan yang
bersifat umum.
Penyimpangan sosial dan masalah sosial merupakan aspek-aspek yang
dikaji dalam ilmu sosial khususnya sosiologi. Keduanya memiliki kaitan yang
erat satu sama lainnya, akan tetapi keduanya memiliki konsepsi yang tidak sama
atau berbeda.
Penyimpangan sosial
merupakan perilaku atau tindakan yang bertentangan dengan norma-norma sosial yang
ada baik norma formal berupa hukum positif yang berlaku di sebuah negara maupun
norma sosial yang sifatnya informal.
Sedangkan masalah sosial
merupakan kondisi atau situasi tertentu yang dapat mengganggu keteraturan sosial
yang ada.Masalah sosial adalah sebuah situasi ketika kondisi dan realitas sosial
yang ada tidak sesuai dengan idealita atau harapan masyarakat, sehingga situasi
ini akan dapat mengarah kepada disorganisasi sosial atau guncangan sosial, yang pada akhirnya
akan berujung kepada disintegrasi sosial atau terpecahnya kohesivitas
masyarakat.
Dengan demikian maka dapat
disimpulkan bahwa penyimpangan sosial
merupakan masalah sosial yang harus diatasi atau diantisipasi oleh warga masyarakat
khususnya lembaga pengendalian sosial yang ada.
Penyimpangan sosial dianggap
sebagai masalah sosial karena penyimpangan sosial mengancam keberlangsungan keteraturan
hidup masyarakat. Penyimpangan sosial dianggap sebagai masalah sosial karena penyimpangan
sosial bertentangan dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang ada di dalam
masyarakat, padahal nilai dan norma sosial itu merupakan hasil konsensus
seluruh anggota masyarakat.
Nilai dan norma sosial
tersebut juga merupakan panduan atau pedoman bagi setiap warga masyarakat dalam
bertindak dan berperilaku. Apabila nilai dan norma sosial tersebut dilanggar
maka akan melemahkan sistem norma. Norma yang ada akan semakin ditinggalkan
karena penyimpangan sosial memiliki kecenderungan untuk ditiru oleh warga
masyarakat lainnya.
Soetomo, Masalah Sosial dan Upaya
Pemecahannya, Yogyakarta ; Pustaka Pelajar, 2013
Komentar
Posting Komentar